Manajemen
Risiko
Manajemen Risiko adalah suatu proses sistematis untuk mengidentifikasi, menganalisis, mengevaluasi, dan mengendalikan risiko yang dapat memengaruhi pencapaian tujuan organisasi. Tujuan utamanya adalah untuk meminimalkan dampak negatif dari ketidakpastian dan memaksimalkan peluang yang dapat dimanfaatkan. (Referensi: ISO 31000:2018)
Arsitektur Manajemen Risiko
ISO 31000:2018 menyediakan kerangka kerja yang terstruktur dan universal untuk mengelola risiko di organisasi mana pun. Standar tersebut menjabarkan prinsip-prinsip, kerangka kerja, dan proses untuk manajemen risiko yang efektif.

Implementasi Dasar Sistem Manajemen Risiko
PT. Gapura Angkasa mengintegrasikan manajemen risiko ke dalam strategi bisnisnya untuk memastikan pencapaian target kinerja dan untuk memaksimalkan nilai bagi pemegang saham (shareholders) dan pemangku kepentingan (stakeholders). Hal ini mencakup identifikasi, evaluasi, dan pengelolaan yang efektif terhadap ketidakpastian internal dan eksternal yang dapat memengaruhi tujuan perusahaan.
Praktik manajemen risiko Perusahaan berpedoman pada panduan internal, yang selaras dengan standar regulasi dan internasional utama, khususnya Peraturan Menteri Badan Usaha Milik Negara Nomor PER-2/MBU/03/2023.
Komitmen Manajemen Risiko
Dalam komitmennya untuk menerapkan praktik Tata Kelola Perusahaan yang Baik (GCG), PT Gapura Angkasa berpedoman pada Peraturan Menteri Badan Usaha Milik Negara Nomor PER-2/MBU/03/2023 tentang Pedoman Tata Kelola dan Kegiatan Korporasi Signifikan Badan Usaha Milik Negara. Sebagai anak perusahaan dari PT Integrasi Aviasi Solusi dan PT Garuda Indonesia, Perusahaan secara konsisten mengedepankan prinsip kehati-hatian dalam menerapkan manajemen risiko perusahaan dan mengelola seluruh jenis risiko.
Pertanggungjawaban tertinggi atas implementasi manajemen risiko Perusahaan berada pada Dewan Komisaris, yang berfungsi sebagai badan pengawas, dan Direksi, yang memegang tanggung jawab operasional. Tanggung jawab ini kemudian diturunkan ke seluruh jenjang organisasi; semua tingkatan manajemen dan karyawan baik di Kantor Pusat maupun Kantor Cabang bertindak sebagai pemilik risiko (risk owner) untuk unit masing-masing. Mereka diwajibkan untuk secara berkala melaporkan dan memantau Profil Risiko (Risk Profile) unitnya kepada Direksi.
Sebagai perwujudan komitmen terhadap GCG melalui kerangka kerja dan tata kelola manajemen risiko yang terstruktur, PT Gapura Angkasa mengadopsi Model Tiga Lini (Three Lines Model). Hal ini juga tercermin dalam Piagam Manajemen Risiko.
Model Tiga Lini Pertahanan
Prinsip Tiga Lini Pertahanan (3LoD) adalah kerangka kerja yang diterapkan pada manajemen risiko dan hubungan organisasional, yang membagi tanggung jawab ke dalam tiga “lini pertahanan” yang berbeda di dalam suatu organisasi.

Organ Pengelola Risiko



Taksonomi Risiko
Terdapat 20 taksonomi risiko atau klasifikasi risiko PT. Gapura Angkasa yang bersumber dari InJourney Group dan PERATURAN MENTERI BADAN USAHA MILIK NEGARA REPUBLIK INDONESIA NOMOR PER-2/MBU/03/2023 beserta turunannya mengenai klasifikasi BUMN industri umum.


Pernyataan Selera Risiko
Pernyataan Selera Risiko ditetapkan sesuai dengan yang berlaku di PT Gapura Angkasa, sebagai berikut:

Penetapan Kapasitas, Selera, Toleransi, dan Batas Risiko untuk Tahun 2025
Mengacu pada Strategi Risiko tahun 2025 PT Gapura Angkasa yang ditetapkan tertanggal 17 Februari 2025, Strategi Risiko (meliputi kapasitas risiko, selera risiko, toleransi risiko, dan batas risiko).
Pedoman – Entreprise Risk Management (ERM)



PT Gapura Angkasa merupakan salah satu Anak Perusahaan PT Integrasi Aviasi Solusi (IAS) dan PT Garuda Indonesia yang bergerak dalam layanan terlengkap di sektor penerbangan yang meliputi pelayanan jasa Ground Handling, Cargo & Logistics, dan Hospitality, yang diresmikan pada tanggal 26 Januari 1998. Dalam pelaksanaan aktivitas atau kegiatan bisnis tersebut, PT Gapura Angkasa berpotensi menghadapi risiko-risiko yang dapat menghambat pencapaian tujuan atau target Perusahaan yang telah ditetapkan, sehingga Perusahaan harus produktif untuk menerapkan Manajemen Risiko secara efisien dan efektif agar mampu beradaptasi dengan perkembangan usaha dan menjaga kelangsungan bisnis Perusahaan. Penerapan Manajemen Risiko di PT Gapura Angkasa menggunakan kerangka standar ISO31000:2018
Manajemen Risiko – Pedoman yang mengacu pada organisasi internasional untuk standarisasi, serta mempertimbangkan penyelarasan peraturan atau ketentuan yang ditetapkan secara group (IAS Group) sehingga diharapkan tercapainya optimalisasi implementasi Manajemen Risiko. Manajemen risiko merupakan upaya terkoordinasi untuk mengarahkan dan mengendalikan Perusahaan terhadap risiko-risiko yang ditetapkan dalam menjalani kegiatan usaha. Dengan penerapan Manajemen Risiko, diharapkan potensi kerugian dapat ditekan serendah mungkin atau bahkan dapat memanfaatkan risiko menjadi peluang yang dapat meningkatkan keuntungan dan mendatangkan manfaat bagi PT Gapura Angkasa. Penjabaran dari pelaksanaan Manajemen Risiko di PT Gapura Angkasa ditetapkan dalam suatu pedoman Manajemen Risiko yang bertujuan memberikan arah dan batasan serta tanggung jawab yang jelas terhadap pelaksanaan Manajemen Risiko di PT Gapura Angkasa. Tujuan penerapan Manajemen Risiko ini dimaksudkan sebagai panduan bagi seluruh jajaran di Perusahaan dalam pelaksanaan Manajemen Risiko dan ditujukan sebagai suatu dasar untuk:
- Penerapan Manajemen Risiko di PT Gapura Angkasa dapat berjalan secara efektif dan efisien.
- Monitoring agar penerapan Manajemen Risiko di PT Gapura Angkasa dapat berjalan secara terstruktur, sistematis dan berkesinambungan untuk meningkatkan nilai Perusahaan.
Documentation
Stay informed with the latest activity
Awareness Risk Management
Risk Management Unit
Awareness
Risk Management
9 Mei, 3 & 4 Juni 2025

Sebagai bagian dari komitmen dan upaya menjaga keberlanjutan operasional, Divisi Risk Management PT Gapura Angkasa telah sukses menyelenggarakan acara “Sosialisasi Awareness Risk Management” pada 9 Mei, 3 & 4 Juni 2025.

Melalui sosialisasi ini, setiap risk owner diharapkan mampu mengidentifikasi, menganalisis, dan memitigasi potensi risiko yang mungkin timbul di area kerja masing-masing.

Penguatan pemahaman manajemen risiko di seluruh lini organisasi diharapkan akan menjadi fondasi yang kokoh untuk mencapai kinerja unggul dan pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan.
Focus Group Discussion Profil Risk
Risk Management Unit
Awareness
Focus Group Discussion Profil Risk
Periode Juli 2025

Dalam rangka memperkuat kerangka kerja manajemen risiko dan memastikan pengambilan keputusan yang berbasis data, Unit Risk Management PT Gapura Angkasa secara konsisten menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) untuk pengisian dan pembaruan profil risiko.

Kegiatan ini merupakan bagian integral dari siklus manajemen risiko perusahaan, yang dirancang untuk secara proaktif mengidentifikasi, menganalisis, dan mengevaluasi potensi risiko yang relevan dengan setiap fungsi bisnis.

Inisiatif yang digelar secara rutin ini melibatkan partisipasi aktif dari seluruh unit kerja di lingkungan perusahaan.
Training Certification
Risk Management BOD – 1
Risk Management Unit
Training Certification Risk Management BOD – 1
11-12 Juni 2025

Jajaran pimpinan senior (level BOD-1) PT Gapura Angkasa telah berhasil menyelesaikan program Pelatihan dan Sertifikasi Manajemen Risiko Profesional

Program intensif ini dirancang khusus untuk membekali para pemimpin puncak dengan kompetensi mendalam dalam mengintegrasikan manajemen risiko ke dalam pengambilan keputusan strategis.











